Bunda, Anak Anda Diare? Inilah Pilihan Makanannya

Bunda, Anak Anda Diare? Inilah Pilihan Makanannya

Diare memang merupakan salah satu penyakit yang kerap kali dialami oleh anak-anak. Nah Bunda, Anak Anda Diare? Inilah Pilihan Makanannya. Simak pembahasannya berikut ini!

Bunda, Anak Anda Diare? Inilah Pilihan Makanannya

Sebagai orang tua, penting bagi bunda untuk memberi minuman serta makanan untuk anak diare yang tepat. Sebab, meskipun diare umum terjadi pada anak maupun orang dewasa, namun diare pada anak memiliki risiko lebih tinggi menyebabkan kekurangan cairan atau dehidrasi.

Diare merupakan salah satu cara tubuh membersihkan diri dari penyebab penyakit maupun racun. Pada anak, penyebab diare yang paling utama adalah virus, yakni rotavirus. Diare umum ditandai dengan tinja yang encer, kadang diiringi dengan sakit perut, sakit kepala, muntah dan demam. Dikatakan diare bila telah mengalami BAB encer lebih dari 3 kali sehari.

Meski sebagian besar diare tidak sampai menimbulkan ancaman kesehatan, bahkan dapat sembuh dengan sendirinya, namun bukan berarti bunda sebagai orang tua lantas menyepelekan diare dan lalai memberikan asupan minuman/makanan yang dibutuhkan anak saat diare.

Makanan untuk Anak Diare yang Disarankan

Meski sebagian besar diare akan sembuh sendiri dalam beberapa hari, bunda perlu sigap dalam menyikapi diare pada anak. Beberapa hal yang penting dilakukan adalah memberikan minuman dan makanan yang cukup, serta memastikan anak istirahat di rumah.  Sementara untuk pemberian obat diare pada anak, sebaiknya melalui konsultasi dokter.

Pada bayi yang masih menyusu, tetap berikan air susu ibu (ASI). Untuk anak yang lebih besar (di atas usia 6 bulan), selain air putih, anak memerlukan cairan yang mengandung elektrolit untuk mencegah dehidrasi. Namun tidak disarankan memberi jus buah, karena dapat mengencerkan tinja. Yoghurt disarankan untuk diberikan saat diare, karena mengandung probiotik yang dapat membantu mengurangi diare.

Beberapa jenis makanan untuk anak diare yang disarankan, antara lain :

  • Nasi matang
  • Roti
  • Sereal
  • Telur matang
  • Sup
  • Kentang lumat atau panggang
  • Sayuran yang dimasak, seperti wortel, jamur, atau buncis
  • Daging sapi, ayam atau ikan, yang dipanggang.
  • Pancake dan wafel
  • Pasta
  • Yoghurt

Bunda juga bisa memberikan air kelapa sebagai asupan pada anak yang diare. Pastikan apapun asupan yang bunda berikan pada anak, terjamin kebersihannya saat dipersiapkan maupun dalam penyajiannya.

Sedangkan jenis makanan yang harus dihindari oleh anak saat mereka diare adalah makanan yang digoreng, makanan berminyak, makanan olahan atau cepat saji, dan kue-kue kering. Hindari pula memberikan buah dan sayuran yang bisa menyebabkan gas, seperti brokoli dan sayur berwarna hijau, paprika, jagung, kacang polong dan buah beri.

Dengan melakukan pola pemberian minuman dan makanan yang baik, diare biasanya akan sembuh dalam beberapa hari. Pada prinsipnya, bunda perlu mengganti cairan yang keluar setiap setelah diare, misalnya dengan cairan oralit. Pemberian ASI juga sebaiknya tetap dilanjutkan.

Berikan anak makan dalam porsi yang kecil namun lebih sering, dan lanjutkan dengan makanan tinggi energi setelah gejala diare berkurang untuk membantu pemulihannya. Bunda juga dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui lebih rinci bagaimana mengatasi diare pada anak. Jangan lupa untuk menerapkan dan mengajarkan pola hidup sehat pada anak, guna mencegah timbulnya diare di kemudian hari.

Cara Mencegah Diare pada Anak

Lebih baik mencegah daripada mengobati, juga berlaku untuk diare pada anak. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan agar anak Anda terhindar dari diare, di antaranya :

  • Pastikan anak rajin mencuci tangan dengan benar, terutama setelah menggunakan toilet dan sebelum makan.
  • Mencuci buah dan sayuran dengan baik sebelum diolah dan dimakan. Demikian juga peralatan masak, cuci dengan bersih sebelum dan sesudah digunakan.
  • Hindari minum dari sumber air yang tidak dapat dipastikan kebersihannya, seperti air sungai atau danau.
  • Jaga kebersihan lantai dan berbagai permukaan kamar mandi.
  • Hindari mencuci kandang hewan peliharaan atau mangkuk makanan hewan di bak cuci yang sama dengan yang digunakan untuk mencuci peralatan masak dan peralatan makan.

Diare ringan biasanya sembuh dalam beberapa hari. Namun, apabila diare yang dialami berat atau berkelanjutan, membutuhkan penanganan medis dari dokter. Sebaiknya segera konsultasi ke dokter apabila buang air besar encer lebih dari empat kali dalam 8 jam, diare terjadi lebih dari tiga hari, anak tampak sakit, muntah cairan kuning atau hijau, demam tinggi, tinja disertai darah, atau tidak buang air kecil selama 12 jam. Jangan sepelekan diare pada anak, cepat tanggap dalam menangani gangguan ini, termasuk memberikan pilihan makanan untuk anak diare yang tepat, akan sangat membantu pemulihan kesehatan anak.

Bunda, Anak Anda Diare? Inilah Pilihan Makanannya. Semuanya sudah disebutkan di atas. Jadi, Anda sebagai orang tua harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi anak anda, apalagi saat si anak tengah mengalam diare, agar diare yang anak anda alami tidak berkelanjutan. Karena ketahuilah, meski diare terlihat sebagai penyakit sepele, namun sebenarnya penyakit ini cukup berbahaya dan berisiko menyebabkan kematian jika diare yang dialami sangat parah.

Posted by : Admin OBAT HERBAL ANAK

Baca artikel menarik lainnya :

Waspadai Bahaya Pestisida Terhadap Kesehatan Anak
Waspadai Bahaya Pestisida Terhadap Kesehatan Anak
Tips Memilih Makanan Yang Tepat Untuk Anak
Tips Memilih Makanan Yang Tepat Untuk Anak
Cara Mendidik Anak Yang Hiperaktif
Jerawat Membandel? Suntik Jerawat Bisa Jadi Solusinya

1 Trackbacks & Pingbacks

  1. Apa Saja Nutrisi Untuk Meningkatkan Kecerdasan Anak? | | OBAT HERBAL AMAN UNTUK ANAK

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*