Rendahnya Kesadaran Diri Terhadap Penyakit Hepatitis

Kesadaran Terhadap Hepatitis Yang Rendah

Rendahnya Kesadaran Diri Terhadap Penyakit Hepatitis membuat penyakit hepatitis semakin merajalela dan mudah berkembang hingga menyebabkan kanker hati dan berakhir dengan kematian.

Rendahnya Kesadaran Diri Terhadap Penyakit Hepatitis

Hepatitis merupakan salah satu penyakit yang cukup berbahaya dan sangat banyak penderitanya. Itu berarti penyakit ini sangat mengancam setiap orang. Hepatitis telah menginfeksi sekitar 1/3 populasi dunia. Secara global, ada 2 miliar penduduk dunia terinfeksi hepatitis, dan 240 juta kasus di antaranya berkembang menjadi kronis.

Di Indonesia sendiri, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007, prevalensi hepatitis B mencapai 9,4%. Ada 28 juta penduduk Indonesia terinfeksi hepatitis, dan 2,8 juta kasus diantaranya sudah kronis. Separuh dari jumlah itu berkembang jadi kanker dan berakhir dengan kematian. Bahkan di Uni Eropa, tahun 2010, jumlah kematian akibat penyakit hepatitis 10x lebih banyak dibandingkan dari kematian akibat penyakit HIV. Fakta tersebut berasal dari hasil riset The Global Burden of Disease Study 2010 (GBD 2010).

Baca Juga : Obat Hepatitis Paling Ampuh

Namun meskipun penyakit hepatitis ini sangat mengancam banyak orang dan cukup berbahaya, tapi kesadaran terhadap penyakit ini sangat rendah. Bahkan orang yang terinfeksi virus hepatitis pun belum tentu dirinya tahu bahwa dirinya telah terinfeksi virus hepatitis dan belum tentu mereka memeriksakan kesehatan organ hatinya secara teratur.

Pengetahuan dan kesadaran dari masyarakat, tenaga kesehatan, serta pengambil kebijakan terhadap hepatitis menjadi masalah utama penanggulangan hepatitis di Indonesia. Beban penyakit hepatitis yang besar seharusnya menjadikan penanggulangan hepatitis sebagai prioritas bidang kesehatan. Namun pada kenyataannya tidak demikian. Hal tersebut disampaikan Prof David Handojo Muljono, Senior Research Fellow and Specialist Physician, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman di Jakarta, Senin (27/7), dalam rangka peringatan Hari Hepatitis Sedunia yang jatuh setiap tanggal 28 Juli.

David mengatakan, masih sedikit orang yang divaksinasi hepatitis. Orang yang terinfeksi virus hepatitis pun belum tentu tahu dirinya terinfeksi dan belum tentu memeriksakan kesehatan organ hatinya secara teratur. Mayoritas orang baru berobat setelah hepatitisnya menimbulkan gejala seperti pengerasan hati (sirosis) atau bahkan sudah kanker hati. “Kalau sudah muntah darah karena sirosis, baru mau periksa ke dokter,” kata David.

Baca Juga : Keganasan Virus Hepatitis Menelan Banyak Korban

Padahal, dalam penanggulangan hepatitis, deteksi dini serta kesadaran memeriksakan diri dinilai penting agar bisa terhindar dari penyakit hepatitis. Selain pengetahuan dan kesadaran masyarakat, sebenarnya kesadaran pengambil kebijakan juga sangat diperlukan, agar hepatitis menjadi salah satu prioritas program pembangunan kesehatan.

Maka dari itu, untuk mengatasi penyakit hepatitis, perlu pengetahuan dan kesadaran dari semua pihak, data penyakit yang akurat, surveilans yang baik, serta anggaran yang cukup. Jika semua aspek tersebut tidak tercapai, maka hepatitis terus menyebar dan jadi beban kesehatan serta ekonomi bagi masyarakat.

Sementara itu, Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2ML) Kementerian Kesehatan Sigit Priohutomo mengatakan, kunci penanggulangan hepatitis adalah penemuan kasus. Jika belum diobati, mereka yang terinfeksi jadi sumber penularan bagi orang lain. Dengan demikian, upaya kuratif juga bisa bersifat preventif. “Pemerintah sedang mengusahakan agar pasien hepatitis C bisa mendapat obat yang terjangkau agar makin banyak yang bisa mengakses obat hepatitis C yang mahal sekali,” ujarnya,

Baca Juga : Obat Hepatitis Paling Ampuh

Untuk penularan dari ibu hamil kepada nyabayi, pencegahan dilakukan dengan imunisasi pada bayi baru lahir dan pemberian imunoglobulin. Selain itu, akses terhadap obat akan dipermudah. Ada beberapa jenis virus hepatitis, yakni hepatitis A, B, C, D, dan E. Diantara jenis-jenis tersebut, virus hepatitis B dan C paling berbahaya dan menimbulkan komplikasi. Virus hepatitis B kerap disebut sebagai penyakit yang 100x lebih menginfeksi dibandingkan HIV. Karena itu, virus tersebut dikenal sebagai The Silent Killer (pembunuh diam-diam), yang kapan saja bisa merenggut nyawa seseorang. Mereka yang berisiko terinfeksi virus hepatitis adalah bayi yang lahir dari ibu yang menderita hepatitis, tenaga kesehatan dan laboratorium, keluarga yang memiliki riwayat menderita hepatitis, penerima transfusi darah, serta pengguna narkoba suntik. Penularan vertikal dari ibu hamil kepada janinnya menjadi cara penularan hepatitis B paling banyak di Indonesia.

Dengan Rendahnya Kesadaran Diri Terhadap Penyakit Hepatitis membuat penyakit hepatitis semakin merajalela dan mudah berkembang. Oleh karena itu, tingkatkanlah kesadaran terhadap penyakit ini agar bisa terbebas dari bahayanya.

Semoga informasinya dapat bermanfaat, aamiin…

Baca Juga : Bahaya dan Manfaat Kopi Bagi Penderita Hepatitis

1 Trackbacks & Pingbacks

  1. Mengapa Penyakit Hepatitis Bisa Menjadi Kanker Hati?? | OBAT HEPATITIS PALING MUJARAB DAN AMPUH

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*